!!!.....اَهْلاً وَ سَهْلاً

"Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman. (Ali-'Imran:139)



Jumat, 06 April 2012

My Lovely Father In Memorian



Aby ku..,Lelaki TerIndah ku....
Aku mengenalnya 21 thn silam, 21 November 1990. dalam catatan harian diagendanya  tentang kelahiranku, aku sempat membuat ummi menahan sakit lebih lama, enggan lahir karena menunggu ia datang dri tempat kerjanya di karang bugis…waktu itu, sepertinya aku tau bahwa laki-laki hebat itu harus ikut menyambut kehadiranku pertama kalinya ke dunia ini.
Sabar, humoris, penyayang, lembut dan sosial…
Mendidik kami dengan pola yang membuat kami masing-masing merasa kamilah yang tersayang..tak pernah memaksa kami, tapi menuntun kami  jalan sambil mengajarkan banyak hal untuk membuat kami berfikir dan memilih…
Dia sempurna di mata kami.
Jeli, teliti, menghargai karya-karya kecil kami dengan penuh apresiasi dan kejutan…dia seorang penulis..tak heran ia sangat peka untuk hal-hal kecil sekalipun. Ia tak pernah menyuruh kami untuk menjadi seorang penulis.tapi tak lelah menceritakan dan mengabarkan tentang pentingnya menulis.
Hingga akhirnya pada tahun 2007, kesehatannya menurun, setelah ia menyelesaikan cita-cita terbesarnya menulis buku biografi ust. Abdullah said yang tertuang dalam sebuah buku berjudul “MENCETAK KADER”. Meski sudah tak seperti dulu, tapi aura kesempurnaannya tak kan pudar dimataku. Ia tetap lelaki terindahku.
Jika dulu ia keluar masuk kantor menyelesaikan tugas, akhirnya ia harus keluar masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan.
Di dampingi ummi, wanita tercintanya yang menjadi wanita terhebat yang pernah aku kenal, ia menjalani setiap perawatan dengan sabar, tak ada seucap pun keluhan yang terlontar dari bibir kelunya. Hanya sorot mata kepedihan yang memberi kabar tentang hatinya yang berontak.
Ia sosok paling sabar yang pernah aku tau…
Aku bahkan berani bersumpah bahwa ia laki-laki nyaris tanpa amarah. Khususnya pada kami, mutiara hatinya….
Aku mencintainya sejak aku mengenalnya hingga ia tak mengenaliku lagi menjelang kepergiannya, bahkan hingga kini. Saat ia tak ada di sisi dan ruang hidupku…

Jum'at, 10 September 2010 bertepatan dengan 1 Syawal 1432 H..Kami menyambut hari kemenangan disisinya yang tergolek semakin lemah tak berdaya...tapi aku tau ia bahagia dengan hari itu, meski dengan selaksa bening yang tak henti menetes dari pelupuknya yang mulai redup...mungkin ia tau, lebaran berikutnya..kami tidak akan bersama lagi...

13 Sept 2010
Tak seorang pun tau bahwa saat itu menjadi hari terakhir kami bersamanya, saat ummi memanggil kami untuk berkumpul di sisi lelaki hebat itu.
Bertahlil, mengusap ,dan mencium lembut keningnya sambil berucap lirih meminta maaf atas beribu-ribu khilaf yang tercipta…

Aah …terlalu Sulit untuk dilupakan :’(

Senin, 13 Sept 2010, pukul 09:10…ia menghembuskan nafas terakhir dengan tenang,…satu kesyukuran  tak terhingga..saat itu, kami 12 bersaudara lengkap mengantarnya pergi…mata boleh menangis, tapi hati tetap teguh…ini adalah skenario terbaik-Nya…kami ikhlas Ya Robb…Insya Allah, ia pergi diiringi keikhlasan dan do’a dari kami…smua atas nama cinta ….kami mencintainya..,tapi kami tahu ENGKAU lebih mencintainya dan berhak membawanya lebih dekat ke sisi-MU
Allahummaghfirlahu....

Warisi kami keteguhan hati dan kesabaran beliau Yaa Allah….
“My Lovely Father In Memorian”



*Saudaraku...jangan sia-siakan kasih sayang mereka selagi masih hidup...sebab, saat mereka telah tiada..,jangankan kasih sayang..kemarahannya pun aku ingin mendengarnya, asal ia ada disisiku....

10 komentar:

  1. bru smalam tiba2 rinduku mmbuncah,pada lelaki yg mngajarkanku ketulusan sejati...kamus berjalanku saat byk hal yg tak kuketahui ,sabar itu titlex,humoris itu sapaanx,dan sikapx brpesan padaku: jgn sombong,krn itu akn menjauhkanmu dari byk org...#Binti manshal

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan seterusnya rasa itu trus terjadi dan tak pernah terhenti.....so do us sistaa....

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. engkau telah meninggalkan kami, meniggalkan para pelanjut generasi, namun namamu telah terukir dihati kami sebagai seorang pejuang pena sejati, sebagai para pengawal lembaga ini, engkau merupakan bagian terpenting dari bingkai lukisan peradaban islam yang sedang kita bangun bersama, namamu merupakan bagian sejarah yang takkan terlupakan dilembaga ini

    doa kami selalu menyertaimu
    begitupun amal jariyah yang telah engkau tanam bersama para as-sabiqun al-awwalun

    semoga menjadi bekal berhargamu dalam perjalan menghadap sang rabb yang maha rahman....

    BalasHapus
    Balasan
    1. tdk sedikit para pendahulu qta yg sdah tiada...tgas mreka tlah usai, saatnya qta mngambil peran untk menjadi generasi. bukan hanya penerus.., tapi juga pelurus...sbab mngkin ada wrna yg trtinggal, dan tgas qta untuk menggoresnya di atas kanvas perjuangan hingga lukisan peradaban itu benar2 sempurna...

      Allahumma Aaamin, Syukron Do'anya...

      Hapus
  4. Jika takdir itu sudah pasti
    Jika syahid sudah menjadi cita-cita
    Kuatkanlah Jiwa-Jiwa yang merindukkannya
    Karna ku yakin syahid jalan pintas menuju Ilahi
    Mari songsong lembutnya sekeping peluru tirani
    Dan yakinlah kesyahidan berbalas senyuman bidadari
    Bidadari jelita semarbak mewangi"
    Selamat Jalan Assabiqunal awwalun"surga merindukannya"
    "Salam ukhuwah"

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupz...Janji Allah tak pernah ingkar, smoga kitapun trmasuk golongan yang dirindukan oleh syurga-Nya...Aaamin...

      Wa'alaikumsalam

      Hapus
  5. Warisan almarhum adalah semangat juang yang selalu melekat pada kader-kadernya,.. beliau suadah tiada namun kehadiran belaiau dalam semangat juang selalu hadir....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukron, Semoga qta di beri kekuatan untk ttp istiqomah menyusuri koridor perjuangan hingga akhir perjalanan...

      Hapus

Syukron...Dah Baca...Add Your Comment Yaah...!!!!