!!!.....اَهْلاً وَ سَهْلاً

"Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman. (Ali-'Imran:139)



Sabtu, 09 Februari 2013

Mengapa Syurga di Bawah Telapak Kaki Ibu, Bukan Telapak Tangan???



Mengapa syurga ada di telapak kaki, bukan ditelapak tangan? Bukankah penelitian mutakhir membuktikan bahwa belaian dan sentuhan tangan ibu merupakan hal terpenting bagi bayi pada awal kelahirannya?

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ، مَنْ شِئْنَ أَدْخَلْنَ وَ مَنْ شِئْنَ أَخْرَجْن
َ

"Surga itu di bawah telapak kaki ibu, siapa yang ia kehendaki maka akan dimasukkan dan siapa yang ia ingini maka akan dikeluarkan". (Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah, no. 593)
  Dalam kajian seperti ceramah, diskusi, dan seminar atau wacana tertulis dalam buku-buku atau arikel, pengertiannya hampir selalu sama bahwa hadits ini merupakan sanjungan dan penghargaan bagi para ibu. Seorang anak harus sopan, melindungi, dan menyayangi ibu. Seorang ibu dapat menuntut hak pada anak karena tidak akan masuk syurga jika tidak berbakti pada ibu. 
 Seperti itukah pengertian yang dimaksud Nabi? Adakah makna lain atau makna yang lebih dalam dibalik pernyataan “Syurga Ada Di Telapak Kaki Ibu”, bukan di tangan atau dipangkuan ibu. Kita perlu menyingkap makna tersebut agar kita bisa mendapat hikmah dari ucapan Nabi kita ini.
Telapak kaki adalah bagian dari organ tubuh (kaki) agar seseorang dapat melangkah dan melakukan perjalanan. Setiap kita melangkah akan ada jejak di atas permukaan jalan yang dilalui. Bahkan apabila kita melewati hutan, para pencari jejak dapat mengetahui jalan yang kita lewati karena ada bekasnya.
Demikian juga, ketika seorang ibu  mengasuh anaknya sejak dalam kandungan sampai anak akil balig, itu merupakan sebuah perjalanan. Setiap detik, menit, hari, minggu, bulan hingga bilangan tahun, setiap ayunan langkah ibu diisi dengan ucapan, sentuhan, atau kegiatan yang menimbulkan bekas di otak anaknya. Cara ibu berucap, mimik wajah ibu dikala berbicara dengan anak, sikap ibu dalam menghadapi persoalan hidup, kegiatan yang dilakukan bersama anak, atau kegiatan yang diberikan kepada anak, tempat yang dikunjungi anak, sekolah yang dipilihkan ibu untuk anak, semuanya akan terekam dalam otak anak. Semua pengalaman hidup tersebut kemudian akan membentuk karakter anak yang akan menentukan arah perjalanan anak di masa yang akan datang. Sehingga, ada jejak langkah ibu di otak anak yang akan menentukan siapa dia setelah dewasa nanti. Apakah dia mampu berjalan di jalan Allah selama hidup di dunia sehingga dia sampai ke syurga?
Syurga ada di bawah telapak kaki ibu artinya surga ada dalam perjalanan ibu mengurus anak. Jejak-jejak ibu pada otak anak sejak masa kehamilan, ketika dalam buaian dan pangkuan, sampai akil baligh yaitu ketika anak mulai dikenali dosa dan pahala, anak mulai diminta pertanggung jawaban atas perbuatannya. Perjalanan ibu membesarkan anak merupakan proses perjalanan pembangunan pikiran anak. Apakah langkah ibu membuat anak bisa menemukan kebenaran dari ayat-ayat Tuhan?
Dengan pemahaman seperti ini, makna hadits ini bukan sekedar tuntutan dan hak ibu pada anaknya, namun lebih pada kewajiban ibu, agar langkah-langkah sejak kehamilan hingga sang anak akil baligh mampu mengantarkan anaknya ke syurga.
Ada banyak pilihan dalam hidup ibu untuk membina karier, tapi membangun anak yang kuat sehingga mampu hidup dengan selamat dan sampai ke syurga, juga merupakan sebuah karier. Pilihan ini ada pada ibu.

All My Sister..,Selamat menjadi Ibu yang hebat...........
·         Yang ini juga Penting ^,^
Kata dosen “Psikologi Keluarga” ane waktu kuliyah dulu..
“Cara Terbaik seorang Ayah yang ingin menunjukkan kasih sayangnya kepada anak adalah dengan menyayangi Ibunya, sebab kasih sayang ayah adalah energi bagi ibu untuk mendidik anak-anaknya…Siipp ..hehehe (Alibi seorang Wanita.com) ^_^v

1 komentar:

Syukron...Dah Baca...Add Your Comment Yaah...!!!!