!!!.....اَهْلاً وَ سَهْلاً

"Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman. (Ali-'Imran:139)



Minggu, 30 September 2012

Cathar seorang kader #03

Spirit Pertemuan Alumni mahasiswi STIS Hidayatullah

wilayah Balikpapan

Assalam Fren, Kefhal?
Tanggal 29 SEPTEMBER 2012 Kemarin, ane ngikutin pertemuan Alumni STIS Hidayatullah, khusus bagi yang bertugas diwilayah balikpapan..dilaksanakannya di rumah K’Lilis (Ust. Kusnadi). Subhanallah, Akhirnya aura2 kerinduan dengan STIS bisa sedikit terobati.. jujur ane gak bisa bohong kalo kangen banget dengan masa-masa perkuliahan qta dulu. Meski harus menelan perasaan malu,karena harus jadi objek ejekan ummahat dengan status ane yang satu-satunya single di antara para alumni, Inayah ma Kholifah dari karbus gak datang sih. Walhasil, ane harus mati-matian memaksa Jariyah, si Nyonya Kholil untuk hadir nemenin ane dari alumni qtha. Syukurnya dia bisa hadir.
Yang jadi pemateri ust. Arfan, si Abu faiq ^,^

Hmm, tuh Aisy putri kedua beliau ikut nampang..BTW  kalo ngeliat suasana gini ingat waktu bimbingan skripsi ama beliau yah !!!  Emil, mb’Umi, dan diana, bener gak???
Beliau menyinggung Visi hidayatullah di tahun 2020, yang secara spesifik dikaitkan dengan keberadaan almamater qtha Tercinta STIS HIDAYATULLAH.
Pertama, Bersyari’ah..
Sebagai  Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah, Kata beliau, kita  telah mendapatkan informasi tentang syari’at. Karena qta telah mempelajari dan memiliki ilmu syari’at,  Maka seharusnya  Nilai-nilai syari’at yang tertransmisi kedalam pemahaman, membantu qta berprilaku syar’i  dan berupaya untuk bersikap lebih hati-hati. (Ya Allah...Kayaknya belum maksimal neeh..hikz,..)
Hmm..kalau secara kelembagaan dan sistem, STIS insya Allah sudah sangat bersyari’at..bahkan ini neh yang menurut ane salah satu implementasi dari upaya penegakan syari’ah itu.

Fhoto di atas tuh di pasang di jalan menuju kampus STIS yang baru, Lumayan sih..rumah ane yang menunggu detik-detik pergusuran bisa masuk wilayah Aspuri,,tapi tetap aja diriku yang bertugas di Asrama gak bisa pulang seenaknya...ini neh yang bikin perih...nampak di mata, tapi gak bisaterjangkau..hehehehe
Berjama’ah
        Memperhatikan pentingnya kedudukan jama’ah dalam menegakkan syari’at Islam, Umar Ra. Berkata :
        “Wahai masyarakat Arab, tidak ada Islam kecuali dengan berjama’ah, tidak ada jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ketaatan”.
Kehidupan qtha emang sudah penuh dengan kebersamaan yah...dalam konteks apapun, segala aktifitas jadi terasa lebih bermakna..deallll????

Kegiatan Halaqoh ba’da Sholat di Musholla

Ini amal bakti Harian,,( Kerja Lokasi)..banyak yang kerja, cepat selesainya..



Makannya juga Bareng-bareng,,,
Sedikit Cukup..banyak Habis..(Daripada Mubazzir) ..hehehehe

Bahkan untuk urusan Konsumsi bapak-bapak en santri putra
Yang lagi ngadain pengecoran masjid, mesti dikroyok secara berjama’ah

Ne sedikit gambarannya.., semua juga udah ngerasain kaaan??? Bohong kalo ada yang bilang GAK INDAH dan BERKESAN
Selanjutnya....

Maju, indikator kemajuan lembaga Perguruan tinggi kita ini udah sangat signifikan fren, salah satunya yang bisa dinilai secara fisik. Udah ngeliat kerennya kampus STIS Putri yang sekarang??? Hmm..kata Ust. Arfan, saat ini, gedung itu menjadi bangunan terbaik yang ada dikampus hidayatullah balikpapan.

Hohoho..bangunannya bukan yang ini...hanya sedikit mengenang kampus STIS putri yang dulu...
Hikz..hikz...emang memprihatinkan sih, bahkan pernah salah seorang tamu yang datang, melihat para mahasiswi bergerombol hendak masuk kelas, dengan santainya dia bertanya “emang warungnya di dalam tuh jualan apa aja de’?”..huhuhu...waktu itu ane sedih banget...tau kampus ane di kira warung nasi :'( tp, yaah..gini-gini, di usianya yang semakin senja dia telah melahirkan 6 angkatan ^,^ dan kelak kan menjadi saksi  sebuah mujahadah kita dalam mengkaji ilmu-ilmu syari’at-Nya..plus menjadi saksi hari-hari perkuliahan kita yang penuh makna, bareng  teman, senior, junior, ustadz, dan ustadzah. Takbiiiir....!!!!!
Nah ini gedung STIS putri yang sekarang, numpang fhoto bolehlah (hehehehe..) lumayan sih, kita sempat melaksanakan kegiatan pelepasan alumni , yang menjadi acara perdana di gedung ini


...(Eeeh...tapi yang berminat jadi dosen  jangan berkecil hati..hahaha...kyaknya malah bakal menghabiskan hari-hari  hingga titik darah terakhir disana...lebay.com)
Nah..ini Visi yang terakhir....
Berpengaruh
Kalau ada pertanyaan, apakah STIS Hidayatullah telah memberikan pengaruh??? Kita semua tentu menjawab..” YA”...
Tapi jka ditanyakan, .apakah pengaruh itu sudah signifikan??? Hmm...Entahlah.
ini dia yang menjadi tugas kita para alumni...APA YANG UDAH KITA LAKUKAN DENGAN AMANAH MASING-MASING???
Yang kita ketahui bersama, bahwa  mainstream hidayatullah adalah berpengaruh dalam bidang dakwah dan tarbiyah.
Apakah lembaga  pendidikan Hidayatullah sudah berhasil melahirkan kader-kader yang bisa mengambil posisi strategis dalam pengembangan hidayatullah tersebut? Atau sebaliknya?
Yaah,...begitulah Sodara-sodara ^,^., Ust. Arfan meyampaikan, bahwa kita para alumni telah diberi amanah untuk menjadi bagian dari unit-unit pendidikan di Hidayatullah. Baik formal, maupun non formal..termasuk teman-teman yang lagi tugas belajar. Kata beliau mereka sedang dipersiapkan untuk kelak akan memberi pengaruh yang lebih besar (Allahumma Aaamin)..
Apa yang kelak kita berikan kepada mereka, akan menentukan hasil  yang akan dicapai. Saat ini, barulah STIS, STAIL, STIE dan STAIKIP Batam, lembaga formal yang dianggap sebagai  media untuk mencetak kader.  Maka, para lulusan lembaga tersebutlah yang diharapkan mampu menularkan nilai-nilai pendidikan dan kekaderan kepada adik-adik yang berada dalam pembinaannya. sehingga kelak akan melahirkan orang-orang yang memiliki fikroh dan  idealisme. Jangan sampai, pembinaan kita hanya mampu melahirkan kader-kader biologis , bukan melahirkan kader-kader idealis. Kader biologis, hanyalah mereka yang tinggal di pesantren, tapi  tidak memberikan kontribusi positif kepada kemajuan pesantren tersebut. Kehadiran dan ketidak hadirannya tidak berpengaruh apa-apa.
Ya Allah...waktu ane dengar penyampaian beliau, ngerasa kena Telak..yang ada dalam pikiran ane..mungkinkah ane mengantar adik-adik di aspuri gn. Tembak menjadi  kader-kader demikian, dengan keterbatasan yang ada???? Apalagi beliau bilang.. Seorang pendidik itu dilihat, dipantau, dan diikuti. Apa yang dia katakan akan dilaksanakan. Hasil dari sebuah pendidikan, tergantung bagaimana prosesnya.  Jika tidak maksimal,  maka outputnya pun sudah bisa diperkirakan...
Bismillah..hantaman itu motivasi, vyyy.!!! Harus ada tekad....
Dalam akhir penyampaiannya, beliau menyinggung bagaimana pola pendidikan almarhum terhadap para pembimbing, dengan pola penyaringan yang sangat ketat. Peraturan dan sistem adalah sebuah penyaringan yang harus terus di perketat, sehingga hasil penyaringannya pun murni dan luar biasa. Jika sedikit saja melonggar, maka hasil penyaringanpun tidak akan memuaskan, ibarat memeras santan kelapa, jika saringannya longgar, maka ampasnya pun ikut turun...bukankah yang kita inginkan hanyalah air santan? bukan ampas kelapa.. Jangan sampai lembaga Hidayatullah kehilangan ruh dan spirit karena proses penyaringan yang tidak maksimal.
Huffthhh....Luar biasa yah? Rasanya ingin mengulang masa perkuliahan, benar-benar mengikuti peraturan, dan berharap menjadi bagian dari hasil penyaringan yang diharapakan.
Ternyata beliau punya solusi, yang pada dasarnya telah kita ketahui bersama, namun sulit diterapkan. Bahwa, Melahirkan kader  yang militan dan idealis, tidak hanya mengandalkan kemampuan intelektual, dan pekerjaan fisik yang ada. Tapi, harus melibatkan Allah.
Sholat lail..., kunci dari setiap keberhasilan yang didapat. Karena keterlibatan Allah di dalam-Nya. Pesan belaiu, saat kita berada di tempat tugas, jangan berani-berani mengkritisi sistem dalam kondisi sholat lail yang tidak maksimal, sebab rasanya tidak ada bekal untuk melakukan hal itu.
Jangan sampai kita menjadi beban, di saat telah berniat untuk memberi pengaruh. Tidak semua kebenaran dapat diterima, apalagi bagi orang yg telah berfikir matang. Maka sampaikanlah dengan cara yang ma’ruf.
Jadi ingat pesan ust.Masykur yaah,,. jika tidak mampu menyelesaikan sebuah masalah di daerah, paling tidak jangan sampai menjadi bagian dari masalah itu. Terlebih ingin lari dari masalah, sebab itu hanya akan menambah masalah..
Ne pesan terakhir yang benar-benar menjadi penutup dari tausiah ust. Arfan ^,^
STIS adalah lembaga pengkaderan sekaligus pendidikan. Semoga kita yang telah mengenyam pendidikan di tempat ini dengan nilai-nilai yang sudah kita pahami, manhaj yang sudah kita yakini, menjadikan qta orang2 yang bisa memberi  pengaruh positif diwilayah manapun qta berada. Bahkan, jika menjadi istri kelak, warnai suami agar menjadi idealis, tidak pragmatis. Suami terkadang menjadi pragmatis karena dorongan istri. Jika merasa idealis, maka dorong ia menjadi pemimpin yg baik. Solusinya, nyari imam yang sefikroh dan seidealis.. (Semua tergantung keputusan Allah melalui steering committe Ust..hehehehe. )