!!!.....اَهْلاً وَ سَهْلاً

"Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman. (Ali-'Imran:139)



Sabtu, 11 Mei 2013

Kasih sayang Ummi tak kan pudar

Bismillah….


Assalamualaikum
 My Lovely ‘Abba’

Abba…, Hari ini 12 Mei 2013...Ummi tepat berusia 62thn. Ingin tau tentangnya di usianya yang semakin senja?

Tiga tahun semenjak kepergian Abba, Ummi masih tetap wanita tegar seperti yang Abba tau. Tak ada yang berubah tentangnya, kecuali kerutan di wajahnya yang sudah tak dapat ku hitung dan hatinya yang mungkin semakin rapuh sejak kepergianmu yang tlah membawa separuh nafas dan jiwanya. Ummi gak pernah bilang, tapi aku tau dari tatapan kosong dan air matanya yang mengungkapkan jerit hati kerinduannya saat bercerita tentangmu.

Abba, kami mencintainya. Namun, tak sedalam cintamu untuknya dan belum seluas cintanya untukmu. Aku memang tak pandai mengukur. Tapi, aku mampu menyadarinya sebab luka itu masih sering kami hadirkan.

Abba, maafkan kami…Ummi masih sering menangis saat ia kecewa dan bersedih. Menyebut namamu, bukan untuk memintamu kembali atau blum ikhlas dengan kepergianmu, tapi Ummi hanya ingin mengumpulkan kekuatan dari memori-memori tentangmu yg tak pernah ia lupa.

Abba,..ummi masih sosok ibu hebat, di usianya yang semakin senja tak ada yang berubah dari kasih sayangnya untuk kami. Bahkan terus bertambah..

Abba,,,Di usianya yang ke-62 thun, ummi masih wanita tercintamu yang dulu,. Semoga Allah memberi kami kekuatan tuk menyayanginya lebih dari sayangmu untuknya. Hingga tak ada lagi air mata kepedihan atau ungkapan kekecewaannya atas sikap kami yang tak ‘sadar diri’ akan segala pengorbanannya..

Hmmm, Ummiq Tersayang..Ummiq tercinta…

Hari ney  ia berusia 62 Thn. Meski aku tau ia tak pernah perduli tentang usia, tak peduli sudah berapa lama ia hidup. Yang aku tau, Ummi hanya peduli tentang tanggung jawabnya sebagai ibu.

Harusnya ia tak khawatir jika menyadari banyak janji Allah akan balasan untuk perjuangan seorang ibu..apalagi untuk seorang ibu hebat sepertinya..

Ya Allah,,betapa aku merasa bersalah menyadari jika selama ini seolah-olah akulah yang mendapat jaminan-jaminan itu. Aku Melangkah penuh percaya diri, terus menoreh luka perih di hati ummi, belum mampu membuatnya bangga, jarang berterima kasih, terus meminta tolong dan lupa untuk meminta maaf.. Sedang Ummi masih menangis dalam tiap sujudnya berdo’a untuk anak-anaknya karena merasa ia tak punya kekuatan untuk mendidik kami selain dengan bantuan-Nya. Y Allahu Robby…Ampuni Aku..

Ummi..aku tau,,,

Dalam setiap irama tubuhmu, kau slalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan, kau selalu mendekap.
Dalam kerinduan yang sangat, kau tak pernah ingin lepas dariku.
Usiamu telah berubah dan aku kinipun aku juga bukan lagi gadis kecilmu yang dulu,
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini menjadi lokomotif kemajuan.

Ummi,,aku sadari…

Kala yang lain terlelap, ku tahu kau tak pernah terlena.
Pikiran, hati, jiwa dan emosimu selalu bekerja dan bekerja untuk masa depanku.
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan dengan nasihatmu.

Ummi..Saat ini, aku sudah semakin dewasa dan kelak kan mencoba tuk melukis kehidupanku yang baru.

Ajari aku tentangmu…ummi.

Bagaimana Menjadi istri sholehah, sabar, setia, taat, amanah, penuh pengertian dan siap tuk memberinya kekuatan kapanpun,,saat ia terjatuh.
Ajari aku mejadi ibu yang baik, ummi. Penuh kasih sayang, rela berkorban, bahkan siap untuk tersenyum dalam tangisan seperti yang kau lakukan tuk menunjukkan bahwa kau hanya ingin membuat anak-anakmu bahagia dan tersenyum.

Andai aku bisa ummi,..kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu Ummi,..kan kupersembahkan seterang kilauanmu, sehangat dekapanmu, setulus kasihmu, sebijak nasehatmu.
Andai aku lebih kuat ummi,,,ingin ku ambil perihmu dan turut merasakan bebanmu.


اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.




Ya Allah,,kutengadahkan tanganku berharap kau membahagiakannya seperti bahagiaku kini. Berkahi usianya dan rahmatilah hari-harinya..

                                                      With Love, Me
                                                      "Ur Daughter"

Kamis, 18 April 2013

Mengapa harus Ikhlas?

Bismillah… 

Ternyata gak semua rasa bisa terlukis dan tertulis. Gak semua perkara memiliki alasan mengapa ia terjadi. Dan..gak semua impian bisa terbeli. Meski terus terlirih dalam do’a, meski telah terpatri dalam jiwa.

Saat semburat jingga mengintip di ujung senja
Menyingkap tahta kemegahan-Nya
Tentang harap yang tertuai
Tentang asa yang terkulai
Jika harus menghapus jejak yang tersisa
Harusnya rasa itu telah binasa
Namun, seakan enggan ia beranjak
Sebab terlalu lama ia telah berpijak
                        _23:30 Am, April 13’_

“Apa yang harus aku lakukan jika Allah tidak mengabulkan do’aku dan justru menakdirkan sesuatu di luar kesanggupanku?.” Tanya seorang murid kepada gurunya.

“Kamu tak harus berbuat apa-apa!” Jawab sang guru

“Mengapa? Salahkah jika aku terus menangis?.” Sela sang murid di tengah isak tangisnya

Sang guru tersenyum dan menghapus air mata sang murid. “Kamu tak perlu menangis dan tak perlu berbuat apa-apa, sebab Allah pasti mengabulkan do’amu dan tak akan memberikan sesuatu diluar batas kesanggupanmu.”

Ada seberkas binar yang memancar dari kedua bola mata sang murid.

“Jika demikian, maka aku tidak boleh berhenti berdo’a dan terus berharap kepada-Nya?.”

Sang guru mengangguk, “Hanya saja tak semua yang kita inginkan baik di mata Allah dan tak semua do’a akan terjawab sesuai dengan apa yang kita inginkan, Allah tahu saat yang tepat untuk menjawabnya dan Allah tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan!.”

Perlahan sang murid mengusap sisa air mata yang kembali menggenang di pelupuk matanya. 

“Lantas apa yang harus aku lakukan dalam menanti jawaban do’aku dan meyakinkan diriku bahwa Allah akan menakdirkan yang terbaik untukku?.”

Perbaiki hubunganmu dengan-Nya dan belajarlah untuk ikhlas !” Pesan sang guru, bijak.

 “Ikhlas? Mengapa aku harus mengikhlaskannya?.” Intonasi sang murid terdengar enggan

“Begitu banyak hal-hal yang menimpa kita ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan Apa yang kita harapkan. Padahal, usaha dan ikhtiar pun telah kita maksimalkan, tapi apa daya hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Boleh jadi kita akan kecewa, menyesali diri, atau bahkan lebih ekstrem lagi ada yang sampai berprasangka buruk atas ketentuan Allah pada kita, ungkapan-ungkapan kekecewaan, keluhan sering kali meluncur dari lisan-lisan kita, kita beranggapan bahwa Allah tidak Adil, Allah tidak menyayangi kita karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sedangkan yang lain, begitu mudahnya memperoleh apa yang mereka inginkan. Anakku, semoga kita semua terhindar dari sikap yang demikian. Sadarkah bahwa Allah lebih mengetahui skenario yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Skenario itu mungkin tidak akan bisa dijangkau oleh akal pikiran kita, kita baru tersadar ketika hari telah berganti, waktu telah berlalu, ternyata hal yang terjadi pada kita mengandung berbagai hikmah yang luar biasa, ternyata kita baru sadar bahwa itulah yang terbaik bagi kita. Anakku, kita memang punya rencana, Allah pun punya rencana untuk kita, rencana yang terbaik buat kita, walaupun mungkin kita menganggapnya itu adalah hal yang tidak kita sukai, tetapi sekali lagi, akal manusia, nalar kita sering dihadapkan akan keterbatasan-keterbatasan yang tidak mampu mengungkap hikmah dibalik itu semua. Kita harus senantiasa siap menghadapi takdir-Nya, menata hati untuk menerima hal-hal yang mungkin terjadi di luar perkiraan dan harapan kita. Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar, berdoa, lalu bertawakal kepada Allah. Hasilnya kelak Allah lah yang menentukan. Yang harus kita yakini bahwa semua yang terjadi adalah ketentuan terbaik dari Allah sehingga apapun yang terjadi, hati kita senantiasa Ridha dan ikhlas serta lapang dada atas ketentuan Allah. Marilah berupaya dengan sungguh-sungguh agar kita senantiasa ridha dan ikhlas serta lapang dada atas segala ketentuan Allah kepada kita, sehingga kita terhindar dari prasangka-prasangka buruk terhadap Allah, tentu hal itu merupakan sebuah perbuatan dosa yang akan mengotori jiwa-jiwa kita.

Anakku, apapun yang terjadi semoga engkau senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah untuk Ridha dan Ikhlas menerima ketentuan-Nya, karena Sesungguhnya Allah Lebih tahu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, Kuatkan Jiwamu menerima ketentuan-Nya”.

“Menata hati untuk ikhlas? Apa engkau yakin jiwaku mampu bertahan, guru? Sungguh, Bagiku Itu bukan sebuah perkara sederhana!.” Dengan retina yang berkabut Air mata, Sang murid menatap sang guru, mencoba mencari kekuatan di sana.

Sang guru mengangguk. “Berusahalah Anakku. Sebab, Allah tidak akan membebanimu jika engkau tak mampu dan Dia tahu yang terbaik untukmu. Kau tahu? Allah sedang menatap cemburu karena rasamu !”

                                                @My Zone,  07 Jumadil Akhir 1434 H

Kamis, 21 Maret 2013

Nilai sebuah 'Penghargaan'

Bismillah..


Back to My Cathar Yah.., sebenarnya peristiwa ini murni tuk konsumsi pribadi. So’ fhoto2nya juga koleksi pribadi,,hehehe. Tapi, ane terpikir tuk membaginya pasca Mengalami peristiwa tersebut…

Malam itu, salah seorang wali santri menelvon dan ingin berbicara penting dengan putrinya. Karena bukan jadwal menelvon, sang Ayah menghubungi melalui HP pribadi ane. Walhasil ane hanya mengizinkan sang anak menelvon di dalam kamar ane, gak boleh dibawa keluar tuk menghindari ungkapan “Umi Evy Pilih Kasiiih !!!” trauma ane..xixixixi :-D

Nah sambil menunggu telvon ayahnya itulah, adik ane itu menyapu pandangannya ke sekeliling kamar ane, dan memperhatikan dengan seksama kegiatan yang sedang ane lakukan. Malam itu ane emang sedang memilih-milih tumpukan kertas-kertas print-an dan surat-surat, serta jadwal-jadwal yang sudah tidak terpakai. Berniat memasukkannya dalam kotak dan mengantarnya ke kantor mading asrama atau sekolah. Mereka biasa membutuhkan kertas bekas yang masih layak pakai.

Seperti tak kuasa menahan rasa ingin tahunya, dia lantas bertanya,

“Umi Evy, itu kertas apa sih? Banyak betul?”

“Owh ini kertas-kertas dan surat-surat yang sudah umi baca de’, dan gak terpakai. Jadi mau dibuang atau kasih kakak2 di kantor mading!”

“Kenapa surat-suratnya umi Evy buang? Kenapa gak disimpan aja?”

“Umi udah baca semua kok, kalo di tumpuk-tumpuk yang ada kamar umi berantakan tiap tumpukan ini terbongkar.” Ane menjawab tanpa mengalihkan pandangan ke arahnya, sambil terus melanjutkan aktifitasku. 

Tapi, tiba-tiba ungkapannya menyentakku.

“Hmm..Pasti surat-surat yang kita tulis waktu umi Evy ulang tahun juga ada disitu.!”

Oalah…Itu bukan pertanyaan,,Kawan. Tapi ungkapan polos seorang anak kepadaku tentang sebuah penghargaan.

Syok..tidak menyangka dia akan berkata seperti itu, aku lantas menjawab.

“Umi Evy sudah fhoto koq de’, trus umi juga udah pindahin ke laptop, Rany Mau liat?!”

Dia hanya menggeleng, dan kembali berkomentar

“trus kalo memory laptop umi udah penuh, umi hapus juga dong fhotonya, kan umi sudah liat, ntar penuh-penuhin memory laptop umi aja!!”

Innalillahi, dbuat Tewa’ banget ane ma ne anak!!! Tapi, belum sempat komentar, Hp Ku berdering, tertera nama Mts_Ayah Rany  Dsana..dialog kami terputus..

Yaaaah,,,Lagi-lagi ane mendapat pelajaran penting malam itu, tentang sebuah penghargaan dari kejujuran polos Rany..Walhasil, postingan kali ini, special tuk Rany dan jga adik-adikku yang lain.. Neh, sebagian fhoto-fhotonya umi posting di blog,, Maafin Umi Evy yah en makasih Rany udah ngajarin umi Evy tentang pentingnya sebuah penghargaan,,kalo umi Evy simpan di blog..Rany en teman-temannya bisa liat kapan aja dan dimana aja..(yang penting jangan pas di Asrama..karena umi pasti heran, Rany On Line dimana??) hehehe..














Sekaligus mw ngucapin Makasih tuk Adik-adik Ane en semua yang udah menyisipkan do’anya tuk ane, semoga do’a itu terus terlirih tak mesti pada hari kelahiran ane…pesan yang juga ane sampaikan ke adik-adik ane dan Alhamdulillah perlahan mereka paham, terbukti dengan pemberian hadiah dan surat-surat itu terkirim ke kamar ane bukan tepat pada harinya, tapi keesokannya, atau 2-3 hari setelah hari milad ane. .hehehe, semoga Allah menilai niat baik mereka dan memberkahi proses pembelajaran dan pemahaman mereka..Allahumma Aaamiin..

-          Tuk Rany…Insya Allah fhoto-fhotonya gak akan umi hapus,,
So Rany jangan bilang

kalo umi Evy nutup akun blog gmana??”

Hehehe,,cukup Rany, Insya Allah umi Evy gak akan nutup akun blog koq ^,^

                                                             Jelang ke Peraduan, 
Aspuri Gutem. 9 jumadil Awwal 1434 H