!!!.....اَهْلاً وَ سَهْلاً

"Dan Janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman. (Ali-'Imran:139)



Kamis, 26 Juli 2012

CATHAR SEORANG KADER #02


Assalamualaikum…, apa kabar saudara2ku??? Kangen rasanya…!!! Moga kalian baik-baik aja, Alhamdulillah, kabarq juga baik. Masih istiqomah??? Masih dijalan perjuangan kan?? Jadi ingat, waktu kita keukuh minta kamarnya disatuin lebih cepat sebelum penugasan, dalam kuliah malam pertemuan pertama Ust. Ghoffar bilang “gak ada gunanya persatuan fisik tanpa adanya persatuan Visi..!!!” wuahhh…baru kerasa sekarang yah, meskipun sekarang kita udah saling berjauhan, ada sich yang masih satu daerah meskipun dengan job yang berbeda, tapi kalo udah bertekad memiliki visi yang sama, jadi terasa nyatu. Sama juga, waktu kita masih sama2. Tapi berbeda visi, kerasa jauh banget en gak ada nyambungnya…hehehehe !!!
 
Beberapa hari yang lalu aq membaca SMS yang disebar oleh Ust. Ghoffar ke teman2 JM :
“Salam alaika, gmn kbr JM (Jailun Muntadzor) ? kami fikrah n Kiprah JM menjadikan cerah hdyatullah di daerah. Jgn resah n gelisah mnghadapi masalah. Itu jalan menuju jannah. Dgn masalah, Allah mengundang qta utk tngktkan ibadah n belajar lbh keras lagi. Ramadhan ini mesin cuci utk dosa2 qta n prcepatn diri"
Subhanallah…Terharu, beliau bener bnget..dan aku bersyukur di takdirkan bertugas di bawah koordinator beliau sebagai penanggung jawab asrama putri gutem.

fren...aku gak niat sama sekali untuk bahagia di atas penderitaan kalian (Eleuuuh...segitunya pang)...tapi terus terang kalo lagi Galau..(hehehe..),,pastiiiiii z HP'q bunyi en One Message Received..dari J'EM cpaaa z...isinya gak jauh2 dri kalimat ney..

           "Evy...kangeeeeen gutem Naaaaah.." atau "Pengen pulaaaaaaang...!!!!" atau "Apa kabar asrama? kangennya lhooo"...pokoknya gitu dech...kalo habis baca aq senang bgt..tanpa kalian sadari udah menghadirkan spirit luar biasa buat aq...aq bukan mengatakan dunia mulai terbalik, mengingat galaunya aq saat penugasan kemaren en betapa cerianya kalian..tapi intinya cuma 1 fren.. "SEGALA SESUATU AKAN INDAH PADA WAKTUNYA"  mungkin lebih indah kemaren, besok, atau hari2 yang akan datang..

yaah.....,
Masalah qta mungkin gak sama fren,..tapi qta sama-sama sedang berupaya mengumpulkan kekuatan untuk bertahan, ternyata meskipun bekerja bukan untuk mencari kenyamanan, tapi menikmati pekerjaan bisa jadi solusi terbaik…sedikit berbagi, disini..aku banyak belajar dari guru-guru kehidupanku yang berusia 12-14 thun, Ust. Ghoffar mengamanahkan aku menjadi Pembina untuk pengasuh adik-adik Mts, mensinkronkan program madratsah formal dengan program diniyah di asrama, serta menjadi jembatan komunikasi asrama dengan wali-wali santri atau sebaliknya. Meski tidak berstatus pengasuh secara intens, aq tetap dituntut banyak berinteraksi dengan mereka..paling tidak aq punya jawaban ketika para orangtua menanyakan perkembangan anaknya atau ketika madratsah formal menanyakan kondisi belajar anak didiknya di asrama,…

Aq gak harus cerita banyaklah….ne just berbagi tentang universitasq sekarang…, ternyata melanjutkan studi tidak harus di bangku akademik…perkuliahan ku sekarang harus ku tuntaskan, sebab nilainya jauh diatas gelar S2…tapi, Pertanggung jawaban akhiratQ…moga Allah memberiku kekuatan…

Musholla  As-Sakinah-Pusat pergerakan peradaban santri putri hidayatullah gutem



Sholat- Indahnya berjama’ah.

AspuriQ- Tampak depan

AspuriQ-Tampak Belakang

Poster2 Inspirasi

Sebelum berbuka- Ala Rasulullah, sedikit tapi berkah..Aaamin!!!


Sedikit bercerita lewat gambar, biasa lebih berkesan…hehehe, segitu cukup 
yah fren…Moga bisa mengobati kangen kalian ^,^

en FYI,..ramadhan kali ini, job2 gak jauh dari pesantren kilat, pesantren
 ramadhan, quantum ramadhan, atau madratsah ramadahan untuk adik2..
yang bikin seneng Allah emang tahu kebutuhan setiap hamba-Nya, tahun 
ini aku bisa menjalani kegiatan2 itu dengan temen2 JI-EM dr LIPIA...
Mpok Roel en Ustdz. Irda. how about all of you????

to be continue.., ^,^

Minggu, 17 Juni 2012

Penugasan Alumni STIS 2012


PENUGASAN ALUMNI
MAHASISWI STIS HIDAYATULLAH BALIKPAPAN
ANGKATAN KE-VI (Jailun Muntadzhor)


NO
NAMA
TEMPAT TUGAS
1
DARNIA
Luwuk Timur, Sul-Sel
2
EMILIYASARI
Batam, Kep. Riau
3
FAIKATUL ADZIMAH
Kudus, Jawa barat
4
KHOLIFAH
SDIT Karang Bugis
5
JARIYAH
Ma’had Ahlus Shuffah Putri, Balikpapan
6
LIDYA NURDIANA
Semarang, Jawa Tengah
7
MUNARSIH
Makassar, Sul-Sel
8
MUSABBIHAH. SR
Malang, Jawa Timur
9
MUSTAHDIANA
Bitung, Sul-Tra
10
MUSTAVIDAH. MS
Aspuri As-Sakinah, Balikpapan
11
MUKTI’AH
Kep. Tanah Tidung, Kal-Tim
12
MUSHLIHAH.MS
Samarinda, Kal-Tim
13
NURSALAMAH
Malang, Jawa Timur
14
NUR INAYAH
SDIT Karang Bugis
15
NURDIYANTI
Batam, Kep. Riau
16
QAULAN SAKINAH
Bontang, Kal-Tim
17
SITI NI’MATIA
Luwuk Timur, Sul-Sel
18
SITI RODHIAH
Semarang, Jawa Tengah
19
SITI MAESAROH
Sorong, Papua Barat
20
SUMARNI KASIM
Bone, Sul-Sel
21
UMI FATMAWATI
Pare-Pare, Sul-Sel
22
WANURYATI
Bombana, Sul-Tenggara
23
SRI HIDAYATI
Bontang, Kal-Tim
24
WAHYUNI
Sorong, Papua Barat

* Selamat bertugas saudara2q., jga nama baik Islam, Lembaga, almamater, keluarga dan diri pribadi
هو الّذي معكم أين ماكنتم., jika amanah itu sesuai harapan dan jawaban dari do'a2 yg terlirih,,bersyukurlah..jika tidak, maka bersabarlah..toh kedua2 nya bagian dari kesempurnaan iman...
NEVER SAY GOODBYE ^,^ qtha berpisah untuk sebuah pertemuan,..Wo Ai Ni...

cathar seorang Kader 01

BALIKPAPAN- 12  Juni 2012….Saat matahari lebih cerah menyelimuti perasaan kami yang tak menentu….Aura wajah nan pias. Namun, keta’aatan tetap menjadi sebuah pandangan hidup…..Hari ini saatnya membuktikan, KAMI SEORANG KADER !!!!!!, meski belum sampai pada titik kesempurnaan. Paling tidak, kami akan meninggalkan alam cerita dan menyambut alam realita.
                Sesuai pada agenda pembekalan penugasan yang sedang kami laksanakan, hari ini kami mahasiswi semester VIII yang selangkah lagi melaksanakan penugasan akan melakukan penandatanganan surat komitmen. That’s Mean, kami akan tahu dimana tempat kami bertugas kelak…Ust. Ghoffar selaku Ketua STIS HIdayatullah Balikpapan, memberikan sedikit pengantar yang semakin memperkuat tekad kami untuk turut andil dalam gelanggang perjuangan ini…..
                Satu persatu teman-teman mulai dipanggil dan menandatangani surat komitmen, ekspresinya berbeda-beda…ngga perlulah aku menggambarkannya satu persatu, intinya kami diselimuti perasaan haru ^,^
                Entah urutan keberapa…, He Called My Name…!!! sigap, aku melihat tempat tugasku kelak…..“ASPURI AS-SAKINAH GUTEM”




Weessst,..Namanya tenang banget..,syahdu…, tempatnya juga!!! tapi sungguh, hatiku bergemuruh ^,^, tanda tangan sich Iyya, tapi menjawab pertanyaan teman-teman, “Tugas di mana Vy?”..hohohoho, aku masih tak kuasse ^_^..Nangis??? Iya, gak tau koq aku spontanitas jadi Melankolis gitu…
                Sampai acara penandatanganan selesai, aku masih mengatur perasaanku yang tak seirama dengan tekad  yang jauh hari sudah aku tanam…”aku harus ta’at”…ternyata mempraktikkan teori emang bukan perkara mudah. Ust. Tasyrif Amin yang mengisi materi Sami’na Wa Atho’na bahkan gak ku dengar sampai tuntas, aku benar-benar gak focus. Tapi, terus terang aku bukannya pengen berontak, aku hanya gak ngerti kenapa aku gini yah??? Serasa akan ada sesuatu yang membuat aku gak siap? Dan itu bukan dari hatiku…lantas???
Keluar ruangan, aku niat bergabung sebentar dengan beberapa ‘pihak’ yang masih membahas perihal penugasan itu..”kamu sendirian vy? Ngurus santri banyaknya tuh!!!”. Aku tersenyum (Perih sih..), indikasinya, aku memilih pergi. Gak jadi bergabung dengan mereka. lantas, berniat membeli sebotol kecil air mineral. Kaya’nya aku butuh relaksasi tuk melancarkan peredaran darahku efek spot jantung beberapa saat tadi..hehehehe. usai membayar dan mulai meminumnya, komentar itu datang lagi,
“Tugas di mana Vy?’. Kali ini aku mulai berminat untuk merespon, “Gak kemana-mana, yah di sini aja!!”. “Waah, Sejak lahir di sini sampai kuliyah, trus tugasnya juga di sini, gak berkembang dong!!!”. Komentarnya tanpa beban.
Glekk…kaya’nya air mineral ini jadi semakin tak berasa, bahkan berontak ingin keluar…tenggorokanku pahit!!!!
Gak berkembang?? Segitunya kahhhh????
Kembali ke ruang kegiatan, aku bukannya tambah focus, Buyar….!!!! Tapi, berusaha mengumpulkan konsentrasi untuk mendengarkan pemateri, hampir setengah jam aku hanya mendengar spirit untuk mereka yang pergi meninggalkan kampus, For example “ Bertugas ke daerah itu nikmat, ada kebahagiaan tersendiri yang tidak akan terlupakan!!!”…kayanya ngga gitu-gitu banget beliau menyampaikan materi, hanya karena lagi sensi’ yang tersave di short term memory ku,  yah kalimat itu ^,^
Bubar kegiatan, teman-teman malah transformasi emosional…aku bukan lagi butuh sandaran fren..aku butuh pukulan telak yang bikin aku sadar ‘not something wrong’ dengan tugasku…!!! Tapi, wajarlah, kalau aku jadi mereka, aku juga bakal ngelakuin hal yang sama. Aku sendiri pasti bingung tuk menetralisir perasaan seseorang yang lagi galau disaat aku gak bisa membohongi hati, aku sedang bahagia…itu yang bisa aku fahami dari mereka, ukhty-ukhtyq tersayang yang berniat baik untukku, hari itu…,
Back to home…, Orang-orang yang semalam aku kabari perihal penugasan ini, mulai me-reply dengan pertanyaan yang aku hindari…”dapat tugas dimana vy?”. Mau gak mau aku jawab apa adanya…Sapu rata!!! Semua merespon negative dengan kesimpulan yang aku temukan, mereka sepakat mengatakan itu sich DL (Derita Loe)…Huffth.., aku jadi semakin terpuruk dalam keputus asaan (Nelangsa banget kelihatannya^,^). Saudara-saudara berniat menghibur, tapi aku justru malah merasa dikasihani…bukan gak menyadari kelemahan diri hingga menolak dikasihani, tapi ini bukan saat yang tepat… aku butuh hal yang membuat aku tersadar, kenapa harus begini??

                orang pertama yang paling bahagia mendengar kabar ini adalah wanita tercinta’q, Ummi. Naluri seorang ibu yang tak ingin jauh dari anaknya, ditambah perasaan sensitifnya bahwa dia gak akan lama lagi menyusul abba…”lantas jika kalian semua jauh, siapa yang melihat kepergianku”…ucapnya tiapkali aku membahas penugasan ini dihadapannya, ditambah pertimbangan bijaknya,  “Rasanya aku belum bisa melepas tanggung jawabku untuk mengawasimu di saat kamu masih berstatus belum menikah Vy’. Meskipun untuk pergi bertugas. Insya Allah, Nantilah kalau sudah nikah, kamu boleh dibawa bertugas ke mana pun Allah menakdirkannya.”. Aku pun menerima pertimbangan itu dengan respon positif…Tapi, sepertinya beliau tetap melihat kabut dan kekagalauan yang berusaha aku sembunyikan…hingga timbul pertanyaan???
                MEMANGNYA ADA APA DENGAN ASPURI??? ADA APA DENGAN GUTEM??? APA PERJUANGAN MEMILIH TEMPAT??? KAMU MAU BERJUANG ATAU MENGETES KEMAMPUAN DIRI?? APA TEMPAT INI TERLALU RENDAH UNTUK MEMBUKTIKAN KEKADERANMU SEBAGAI SEORANG SARJANA? APA INI BUKAN SKENARIO-NYA???
Degggggg….Hantaman telak!!!! Aku lunglai, seakan menjadi sebongkah es batu yang disiram teh panas yang belum dicampur gula ^,^, (ini mah hanya sebuah ilustrasi, kawan)
                Tapi sungguh, aku benar-benar tersadar, ternyata ini yang aku khawatirkan sejak awal..terpengaruh oleh paradigma orang-orang yang ada disekitarku, hingga nyaris menyeret aku jauh dari tempatku berpijak sejak awal…apa yang salah dari Aspuri’ku??? Bertahun-tahun ia menjadi saksi hari-hariku sebagai seorang civitas academia. Kampus Gunung Tembak, tempat aku bermetamorfosis di dalamnya, dan kusadari betapa aku mencintai alam dan kultur individu di dalamnya, kenapa aku tak menikmati amanahku, sebagai bukti kecintaanku??? Mungkin Allah tahu, akan ada banyak orang yang merindukan sekiranya aku harus pergi …hahahaha (yang ini Statement Narsis ^,^). Yang pasti aku mulai menyadari, bahwa Aspuriq tak lepas dari lahan perjuangan. Dan aku sama sekali tidak berhak mengatur takdirku, karena aku sendiri tidak tahu, apa yang mampu aku lakukan, selain menjalankan amanah yang menjadi tanggung jawabku…beberapa saat aku berhasil mengumpulkan serpihan Hikmah hingga menghasilkan kesimpulan akhir, aku harus bersyukur dengan jalan hidupku. Toh tidak ada persyaratan dalam jalan perjuangan…kenapa aku harus mengikuti hawa nafsuku yang berontak ingin pergi, hanya karena aku sudah sekian tahun hidup ditempat ini, apa aku sudah pantas dikatakan seorang kader untuk kemudian membagi ke cabang, spirit kekaderan yang aku miliki, hanya karena aku terlahir di tempat ini dan memiliki orang tua yang tinggal disini??? KEGE-ERAN!!!!, jika iman jelas-jelas tidak bisa diwarisi, terlebih spirit perjuangan dan warisan nilai-nilai luhur yang telah mereka ajarkan kepada kami, tak semudah itu memilikinya….lantas gak ada masalah jika aku kembali harus bertugas di tempat ini. Untuk  belajar lebih banyak lagi dari mereka, sambil berbagi kepada adik-adikku di asrama.
                Keinginan untuk melanjutkan jenjang pendidikanku juga harus aku ikhlaskan, kelak 300-an santri putri di Aspuri ini, dari jenjang Mts- Hingga Mahasiswi STIS akan menjadi dosen-dosen terbaik dalam universitas kehidupanku.
                Setelah aku bisa kembali tersenyum, hingga saat aku menggerakkan kursor dan menekan tuts keyboard’q… ,berbagi untuk kemudian berharap ada hikmah didalamnya…aku sudah bertekad tidak akan ada yang berubah dari rasaku…kalaupun toh harus ada, semoga tetap tidak keluar dari bingkai kesempurnaan iman..,yakni rasa syukur atau bersabar…!
                The last, akhirnya aku harus menyimpan sebuah catatan kecil di draf Handphone’q.  sekedar menyiapkan jawaban ketika aku harus mendapat komentar-komentar yang telah membuatku ragu…isinya gini :
                “Dimnapun q brada, ini adlh takdir. Mnusiawi saat awlx aq brsdih. Tp, q g’ akn prnah mnertwakan tkdir. ASPURI GUTEM, g’ lpas dri lhan prjuangan. Knapa hrus brsedih? Dan ngrasa g’ brkembang…ini bkn prsoaln jauh atw dkat. Tp kyakinan bhwa dsinilah Allah mmberi tmpat untk q mengaktulisasikn iman. Q g’ btuh kmentar2 pruntuh mntal yg tlah brupya q bangun. Q hax ingn brdialog lwat hti dn fikirnq dengan-NYA yg mnetpkan tkdir hdupq. Saat DIA mlai mberikan aq kkuatan, ksabaran, dn smangat, bhkan rsa pnuh syukur ats ktetapan-NYA, q g’ akn mmberi ruang untk MANUSIA-MANUSIA YG HANYA MEMBUAT-Q RAPUH dan MERAGUKAN TAKDIR-NYA. Ini jln hdupq..,biarkan aq menikmati dngan rengkuhan-NYA.. sory klo trlalu sensi’.., aq hax ingin tegas untk mmbangun sbuah krakter dan mental kekaderanq…dan ini sbuah kesempatan”

Itu tulisan yang aku save di draf smpai menghabiskan 5 layar full…tapi aku bisa bernafas lega…terlebih beberapa orang yang aku kirimi memberi respon positif dan minta maaf…hehehe
BISMILLAH,,…!!!

To be continue…, next aq akan bercerita bagaimana hari-hari penuh hikmah di masa penugasanq di ASPURI AS-SAKINAH GUTEM.
C..U :-D


Jumat, 25 Mei 2012

TALAK BA'IN



     Salah satu kualifikasi pembahasan al-ahwal al-syakhshiyah dalam kuliah syariah adalah pembahasan tentang talak. Pembahasan ini menarik untuk senantiasa dikaji dalam sebuah diskursus kekinian. Membahasnya dalam konteks idealitas ajaran normatif Islam, maupun dalam realitas lapangan dengan dinamika interaksi sosial masyarakat, yang kerap memicu timbulnya kesenjangan.  Semua ini tertuju pada penemuan sebuah pemecahan masalah atau solusi dari hal tersebut, di samping sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan tentang hukum Islam.

     A.     Dasar  Hukum Pensyariatan Talak dan Pengertiannya
1.      Dasar hukumnya
Talak disyariatkan dengan dalil-dalil yang bersumber dari al-Qur’an, as-Sunnah, dan ijma’ (kesepakatan) ulama. Dalil tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Dalil al-Qur’an
1)      QS. al-Baqarah: 229
“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik”.
2)      QS. at-Thalaq: 1
“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu Maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar).”
b.      Dalil Sunnah
Nabi SAW. Bersabda:

انما الطلاق لمن أخذ بالساق
“Sesungguhnya talak itu bagi orang yang mempunyai kekuatan (yaitu suami).” (HR. Ad-Daruqutni dan yang lain)
c.       Ijma’, para ulama telah sepakat tentang disyariatkannya talak, bahkan tak ada satu ulama pun yang menentangnya.
2.      Pengertiannya
Talak menurut bahasa adalah “at-takhliyatu” yang artinya pelepasan atau memutuskan ikatan. Jika seseorang berkata, “Thalaqtu an-naqata” maka berarti saya melepaskan unta itu.
Menurut istilah, talak adalah melepas ikatan nikah atau sebagian dari akad itu atau terurainya ikatan nikah dengan perkataan yang jelas, misalnya seorang suami berkata kepada istrinya, “Engkau aku ceraikan” atau dengan bahasa sindiran, misalnya suami berkata, “Pergilah kepada kelurgamu.”

       B.    Hukum Talak
Hukum talak dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan situasinya. Ia dapat menjadi mubah, makruh, sunnah, wajib, atau haram. Adapun kelima hukum tentang talak tersebut dapat terjadi pada keadaan berikut ini:
1.      Mubah, jika suami membutuhkan hal itu, dikarenakan buruknya akhlak  sang istri yang hal tersebut bisa membawa bahaya bagi kelurga yang sedang dibinanya.
2.      Makruh, jika kondisi suami-istri tersebut dalam keadaan stabil dan tidak ada perubahan yang menghawatirkan. Bahkan sebagian ulama mengatakan talak diharamkan dalam kondisi seperti ini.
3.      Sunnah, hal ini terjadi demi mempertahankan pernikahan tersebut dari sesuatu yang bisa membahayakan hubungan suami dan istri. Seperti saat terjadinya perselisihan dan perpecahan di antara mereka, lebih lagi jika sang istri membenci kepada suami.
4.      Wajib, jika istri tidak istiqamah dalam melaksanakan perintah agama. Misalnya, istri sering  meninggalkan shalat dan menunda-nunda waktu shalatnya, sedangkan ia tidak bisa lagi menerima nasihat dan tidak mampu lagi menjaga kehormatannya.
5.      Haram, jika menjatuhkan talak pada istrinya yang sedang haid atau hamil atau dalam keadaan ia suci tapi belum pasti kalau ia tidak hamil.

       C.    Rukun Talak
Talak mempunyai tiga rukun, yaitu:
1.      Suami yang mukallaf. Jadi selain suami tidak boleh menjatuhkan talak, begitu juga jika suami tidak berakal, tidak baligh, tidak sukarela dalam arti dipaksa, maka talak olehnya tidak sah.
2.      Istri yang diikat dengan ikatan pernikahan yang hakiki dengan suami pencerai, dalam arti istri tersebut berada dalam kepemilikan suaminya dan ia adalah obyek yang mendapatkan talak.
3.      Lafazh yang menunjukkan adanya talak, baik itu dengan ungkapan langsung atau sindiran. Jadi niat talak saja tanpa ungkapan talak itu tidak cukup dan tidak bisa mentalak istri.

      D.     Hikmah Talak
Apa yang Allah SWT. syariatkan kepada hamba-Nya suatu hukum pastilah mengandung hikmah yang agung. Sebuah kesyukuran bagi yang mengetahui hikmah tersebut dan tetap meyakini akan adanya bagi yang tidak mengetahuinya. Adapun di antara hikmah yang para ulama kemukakan dalam pensyariatan talak adalah sebagai berikut:
1.      Merupakan salah satu kelebihan yang ada pada agama kita yang mulia, sebab talak dapat menyelesaikan problem yang sering menimpa sebuah rumah tangga ketika sangat dibutuhkan.
2.      Memberikan maslahat kepada suami dan istri. Misalnya, mengakibatkan bahaya bagi sang istri kalau tetap bersama suaminya ataukah istri yang berakhlaq buruk dan tidak istiqamah dalam melaksanakan kewajiban syariah, maka talak menjadi jalan keluar dari hal tersebut.
3.      Terjadinya dampak buruk jika menentang syariat talak ini. Adanya kerusakan moral dalam masyarakat, penyelewengan-penyelewengan dan hancurnya sebuah rumah tangga.
4.      Adanya pensyariatan rujuk untuk talak satu dan dua agar hubungan suami istri tidak terputus begitu saja selama-lamanya. Barangkali pihak suami menyesal atas keputusan mentalak istrinya, dan kemudian Allah SWT. menjadikan di dalam kalbunya keinginan kuat untuk rujuk kepadanya sehingga yang demikian lebih mudah dan lebih gampang dalam prosesnya.
5.      Puji syukur kepada Allah SWT. terhadap keutamaan dan kebaikan yang dianugerahkan kepada agama Islam ini, di mana syariatnya mencakup semua maslahat, baik yang dibutuhkan sekarang maupun yang akan datang.

       E.     Pembahasan Talak Ba’in
Talak ba’in adalah talak di mana seorang suami tidak mempunyai hak rujuk kepada istrinya. Dengan jatuhnya talak ba’in ini, maka seorang suami sama kedudukannya sama seperti laki-laki lain jika ingin melamar untuk menikahinya kembali. Maka wanita tersebut boleh menerimanya melalui penyerahan mahar dan proses akad nikah, sebaliknya jika ia enggan, maka menolaknya juga tidak apa-apa.
Talak dapat menjadi talak ba’in karena lima hal, yaitu:
1.      Suami mentalak istrinya dengan talak raj’i (talak di mana suami-istri bisa rujuk kembali), kemudian membiarkan tanpa merujuknya hingga masa iddahnya habis. Jadi talaknya terhadap istri menjadi talak ba’in hanya dengan habisnya masa iddah.
2.      Suami mentalak istrinya dengan kompensasi istrinya menyerahkan sejumlah uang kepadanya, hal ini biasa disebut dengan khulu’
3.      Istri ditalak oleh dua hakim dari utusan suami-istri karena keduanya berpendapat bahwa talak tersebut lebih bermanfaat daripada keduanya tetap dalam jalinan pernikahan.
4.      Suami mentalak istrinya sebelum menggaulinya, karena wanita yang ditalak sebelum digauli tidak mempunyai masa iddah. Jadi talak terhadapnya menjadi talak ba’in hanya dengan jatuhnya talak.
5.      Suami berketetapan hati mentalak istrinya dengan talak tiga dalam satu ungkapan, atau tiga ungkapan dalam satu tempat, atau ia mentalaknya setelah dua talak sebelumnya. Inilah yang disebut dengan talak ba’in kubra yaitu adanya pemisahan yang besar dalam arti ia tidak halal menikah lagi dengannya kecuali setelah istrinya menikah dengan laki-laki lain. 


   Daftar Rujukan
1.      Al-Qur’an dan Terjemahnya
2.      Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitabil Aziz, Terj: Al-Wajiz, Ensiklopedi Fiqih Islam dalam al-Qur’an dan as-Sunnah ash-Shahihah.
3.      Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhajul Muslim, Terj: Ensiklopedi Muslim.
4.      Kamil Muhammad Uwaidah, Al-Jami’ fii Fiqhi an-Nisa’, Terj: Fiqih Wanita.
5.      Shaleh al-Fauzan, Al-Mulakhkhashul Fiqhi, Terj: Fiqih Sehari-hari.
        (Penulis: Azhari)